Menu Content/Inhalt
Home

5 Newest Users

TexKepirrilia(TexKepirrilia)
(2009-07-03 05:18:09)
foeddelianany(foeddelianany)
(2009-06-22 19:27:23)
spooksethitle(spooksethitle)
(2009-06-18 19:30:29)

Who's Online

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Visitors Counter

108995 Visitors
FILM "THE MESSIAH": YESUS TIDAK MATI DISALIB?
Monday, 04 May 2009

Kajian Bulanan ISCS Surabaya bulan Mei 2009

THEMA: FILM "THE MESSIAH": YESUS TIDAK MATI DISALIB?

Image

Film Yesus versi Islam ini dibuat berdasarkan versi Al Quran dan Injil Barnabas, sebuah buku apokrifa yg baru muncul abad XVI. Film yg disutradarai oleh Nader Kaledzadeh, seorang Muslim Iran, menyajikan Yesus persis dgn film-film Yesus versi Barat, berkulit putih dan berambut pirang panjang dan banyak membuat mujizat. Bedanya hanya pada akhir hidup Yesus, Ia tdk mati disalib tetapi disamarkan dengan Yudas Iskariot. Bagaimana tanggapan orang Kristen sewajarnya ttg film ini? Jangankan Injil Barnabas yg jelas-jelas berasal dari abad XVI, terlepas dari keyakinan ttg wahyu, Al-Quran tidak bisa dijadikan acuan historis tentang penyaliban Yesus, sebab Kitab Suci itu ditulis 7 abad setelah peristiwa itu terjadi. Sedang seluruh catatan sejarah abad pertama tidak pernah meragukan fakta sejarah penyaliban itu.

Diadakan pada:

  • Pembicara: Bambang Noorsena SH MA
  • 12 Mei 2009
  • 19.30 - 21.00 WIB
  • Gedung Serba Guna Keuskupan Surabaya, Jl.WR.Supratman No.4
Untuk Informasi :
- Harianto 031.70486109
- Anas 031.71962257
Email: This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
 
 
 
 
Menelusuri akar sejarah relasi Palestina-Yahudi: Sebuah Pengantar Diskusi
Monday, 04 May 2009

ImageImage
Menelusuri akar sejarah relasi  Yahudi - Palestina
Oleh: Leonard C. Epafras ( This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it )
Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS-Yogya) 

 


[1] Disajikan dalam diskusi di Institute for Syriac Christian Studies (ISCS), Surabaya, 14 April 2009

Pada bulan Mei 1919, di gedung bioskop Zohar di kota Jaffa, Asosiasi Muslim-Kristen Arab mengadakan sebuah pertemuan terbuka. Undangan diedarkan secara luas dan isinya menekankan pentingnya persoalan bangsa Arab yang akan dibicarakan. Pertemuan dimulai pada hari Minggu pukul 10 pagi dan berakhir lebih dari dua jam kemudian. Lebih dari lima ratus penduduk Jaffa dan desa-desa sekitarnya hadir. Pembicara utama, yang juga adalah ketua Asosiasi ini, adalah seorang Arab Kristen, sedangkan tiga orang pembicara lainnya dari kalangan Muslim. Salah seorang darinya adalah Syaikh buta dari kota Ramle. Semua berbicara dalam satu semangat, bahwa penduduk Palestina telah mengalami penindasan yang berat di masa kekuasaan Turki [Usmani] dan sekarang tiba waktunya bagi kemerdekaan. Para pembicara memuji pemerintah Inggris dan membayangkan masa depan gemilang bangsa Arab yang sama gemilangnya dengan masa lalu mereka. Toh, menurut mereka, bangsa Arablah yang membawa pencerahan akal budi bagi Eropa. Jadi, logis adanya jika mereka akhirnya mendapatkan kemerdekaan nasional. Muslim dan Kristen akan bersatu dalam satu agama, yaitu agama bumi pertiwi, yang akan memberi hak yang sama bagi semua penduduknya.

Read more...
 
Dari Kata Allah Hingga Lam Yalid Wa Lam Yulad
Monday, 27 August 2007
ImageBeberapa hari lalu (th.2004), seorang teman dari komunitas jurnalis Kristen meminta saya untuk turut dalam perdebatan soal nama Allah. Terus terang, saya malas. Mengapa? Karena saya sangat mengenal "kaum penentang Allah" itu, pola pikir mereka "hitam putih", main kutip ayat-ayat Alkitab secara harfiah terlepas dari konteks (mirip dengan "metode ayat bukti" a la bidat Saksi-saksi Yehuwa), dan kekurangan paling serius mereka, tidak menguasai filologi bahasa-bahasa semitis, khususnya keserumpunan bahasa Ibrani, Aram dan Arab.

Read more...
 
Nama Yahweh: Harus Dipertahankan atau Boleh Diterjemahkan Dalam Bahasa Lain
Tuesday, 28 August 2007
Sejak Kitab Suci Perjanjian Baru ditulis oleh rasul-rasul Kristus, tetagramaton (keempat huruf suci Yhwh, Yahweh) diterjemahkan dalam bahasa Yunani Kyrios (Tuhan). Cara ini mengikuti kebiasaan Yahudi, yang juga diikuti oleh Yesus dan rasul-rasulnya, yang biasanya melafalkan Yahweh dengan Adonay (Tuhan) atau ha Shem (Nama segala nama). United Bible Societies (UBS) dan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) juga mengikuti kebiasaan ini, yang dibenarkan dan diikuti oleh orang Yahudi modern sekarang, untuk mener-jemahkan Yahwe dengan The Lord (dengan huruf besar semua). Yang pertama kali menggugat tradisi penerjemah-kan nama Allah ini adalah kelompok sempalan yang menamakan diri Yehovah’s Witnesses (Saksi-saksi Yehuwa).
Read more...
 
Sekali Lagi, Soal YHWH dan Allah: Sebuah Tanggapan Part 1
Monday, 27 August 2007
Image1.Catatan Pengantar
Ketiga artikel saya mengenai seputar kontroversi Allah dan YHWH, ditanggapi secara bertubi-tubi oleh kelompok ABA (Asal Bukan Allah) di www.salib.net  Rupanya, mumpung website ini bersedia memuat tulisan-tulisan mereka, sebab banyak pembaca sudah bosan dengan argumentasi mereka yang hanya berputar-putar.  Mas Anas seminggu lalu menulis via e-mail mengenai tanggapan ini, tetapi saya belum bisa membalasnya karena posisi saya masih di Luxor, dan baru tanggal 23 Desember  saya kembali ke Kairo. Prinsipnya, sudah saya katakan, saya tidak akan menganggapi satu persatu, karena tidak ada waktu dan tidak terlalu perlu.
Read more...
 

Polls

Hal apa yang paling penting dalam hidupmu
 

Syndicate